Tahura Juanda Bandung

Mengintip Sejarah di Dalam Tahura Juanda Bandung

Taman Hutan Rakyat atau Tahura Juanda Bandung merupakan hutan kota di daerah Dago, Bandung. Selain pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk, tempat ini memiliki nilai sejarah. Di dalamnya terdapat beberapa gua tempat persembunyian tentara Belanda dan Jepang di zaman penjajahan dahulu. Selain itu, ada juga museum, curug, dan tempat bermain anak.

Lokasi Tahura Juanda Bandung

 

Kami tiba sore hari saat sedang hujan. Setelah hujannya sedikit mereda, barulah kami masuk dengan memakai payung. Tiket masuk seharga Rp10.000,00 dan parkir kendaraan roda empat Rp10.000,00. Tarif parkir ditarik oleh warga setempat yang kami kurang tahu itu pungutannya resmi atau tidak.

Fasilitas mushola tersedia di pintu masuk tahura, sementara toilet tersebar di beberapa lokasi. Jalan setapak untuk pengujung kondisinya cukup baik, terbuat dari susunan batu kali atau konblok. Ada juga trek khusus dari tanah untuk aktivitas jogging atau bersepeda.

Kami masuk ke salah satu gua Jepang, setelah menyewa sebuah senter berukuran sedang seharga Rp5.000,00. Lorong gua bercabang-cabang dan terhubung antara gerbang gua yang satu dengan yang lainnya. Suasananya sunyi, gelap, lembab, dan agak menakutkan. Sebenarnya, tukang sewa senter juga menawarkan jasa pendampingan untuk menceritakan sejarah gua. Kami sedikit menyesal karena telah menolak jasanya. Dari gua Jepang, kami mengurungkan niat untuk mampir ke gua Belanda karena hujan kembali deras.

Suasana Tahura Juanda Bandung
Suasana Tahura Juanda Bandung

Sepanjang perjalanan, kita bisa menemui banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman. Kami pun mampir di salah satu warung yang berada di depan tangga turun dan dekat dengan sisi bukit yang memiliki pemandangan bagus. Sementara hujan mengguyur, kami menikmati kelapa muda, jagung dan pisang bakar sambil memandangi bukit di seberang sana.

Galeri Foto

Tempat wisata lain di daerah Bandung dan sekitarnya yang bisa menambah pengetahuan Anda dan keluarga adalah Observatorium Bosscha dan Taman Lalu Lintas.

Komentar Anda