Delman di Setu Babakan

Setu Babakan di Srengseng, Jakarta Selatan

Setu  babakan merupakan tempat bersantai yang murah meriah. Tempat wisata yang juga dikenal dengan nama danau babakan ini   beralamat di Jl. Muhamad Kahfi II  Srengseng Sawah,  Jagakarsa,  Jakarta Selatan (Wikipedia).

Lokasi Setu Babakan

 

Setu babakan tidak seperti danau- danau biasa pada umumnya, karena ada hal menarik disini. Disekeliling setu babakan sebenarnya merupakan sebuah kawasan perkampungan  yang ditetapkan oleh pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan perkembangan budaya betawi secara berkesinambungan. Perkampungan khas betawi ini juga merupakan salah satu objek wisata bagi wisatawan yang ingin menikamati suasana pedesaan atau ingin menyaksikan budaya betawi secara langsung. Di perkampungan ini masyarakat masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas betawi seperti berdagang, memancing, bercocok tanam, membuat kerajinan tangan dan membuat makanan khas betawi. Di setu ini  terdapat rumah-rumah betawi – penduduk asli Jakarta. Pada waktu-waktu tertentu ada juga  pertunjukan kesenian  budaya khas betawi .

Ada beberapa permainan yang bisa dilakukan disini, seperti sepeda air, delman dan berkuda. Untuk naik delman 1x  putaran dikenakan tarif Rp20.000,00 untuk 3-4 penumpang.

Menikmati danau sambil naik delman di setu babakan srengseng
Menikmati danau sambil naik delman

Banyak pedagang yang menjajakan makanan khas betawi seperti ketoprak, soto mie, tape uli, uli bakar, kerak telor, bakso laksa , soto betawi, toge goreng dan lain-lain. Suasananya lumayan  tenang  (waktu itu kami datang  di hari sabtu jam 11.00 WIB). Para pedagang disana menyediakan tempat duduk dan lesehan di pinggir danau, sehingga kita dapat menikmati suasana danau sambil menyantap hidangan khas betawi.

Jam operasional  setu babakan dimulai pukul 06.00 sampai dengan jam 17.00 WIB. Diluar itu, kendaraan sudah tidak boleh masuk. Tempat ini direkomendasikan untuk anda yang ingin bersantai bersama keluarga tanpa menguras kantong, sekaligus  mengenal kebudayaan khas betawi.

Komentar Anda