Gedung Kupel di Observatorium Bosscha

Mengenal Benda Langit di Observatorium Bosscha Lembang

Observatorium Bosscha adalah tempat  peneropongan bintang tertua di Indonesia. Beberapa tahun sejak diserahkan oleh Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) kepada pemerintah RI pada 17 oktober  1951, Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung, dan difungsikan sebagai tempat penelitian dan pendidikan formal astronomi di Indonesia. Tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi oleh keluarga, dimana anak-anak  dapat mengenal benda-benda luar angkasa beserta peralatan observasinya.

Lokasi Observatorium Bosscha

 

Observatorium Bosscha beralamat di FMIPA Institut Teknologi Bandung, Lembang (Telpon 022-2786001). Pengunjung yang baru pertama kali datang kesini mungkin akan sedikit kebingungan mencari letak Observatorium Bosscha ini, karena jalan masuknya minim pentunjuk. Jika datang dari arah Bandung, kita akan melewati Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) yang berada di sebelah kiri Jalan Raya Lembang.

Pusat Pendidikan KOWAD
Pusat Pendidikan KOWAD

Dari sini, maju terus sekitar 400 meter, nanti akan ketemu jalan masuk Observatorium Bosscha di sebelah kanan jalan.

Jalan masuk Observatorium Bosscha
Jalan masuk Observatorium Bosscha

Dari sini, perjalanan masih sekitar 2 km. Sesaat sebelum memasuki gerbang Observatorium Bosscha, akan ada persimpangan jalan seperti gambar dibawah. Ambillah jalan yang ke kanan.

Di simpang ini, ambil kanan
Di simpang ini, ambil kanan

Harga Tiket Masuk dan Jadwal Kunjungan

Kunjungan untuk perorangan atau keluarga  ada dua macam, kunjungan siang dan kunjungan malam. Harga tiket masuk ke Observatorium Bosscha untuk kunjungan siang Rp15.000,- sedangkan  untuk kunjungan malam Rp 20.000,-. Untuk kunjungan siang, calon pengunjung bisa langsung datang di hari Sabtu pukul 09.00 s.d. 13.00 WIB. Untuk kunjungan malam, calon pengunjung harus melakukan pendaftaran lewat telpon terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi karena kunjungan malam hanya dibuka di tanggal-tanggal tertentu selama musim kemarau (bulan April s.d. Oktober). Untuk lebih jelasnya, silakan lihat jadwal kunjungan di situs Bosscha.

Kami  sendiri datang ke sini pada hari Jumat sore setelah beberapa hari sebelumnya melakukan reservasi untuk kunjungan malam via telpon. Jika anda tinggal di jabodetabek dan merencanakan kunjungan siang pada hari Sabtu, sebaiknya berangkat di waktu Subuh, karena menurut pengalaman kami lalu lintas di jalan raya Lembang sangat padat.

Di Dalam Kompleks Observatorium Bosscha

Setibanya di lokasi, kami langsung membayar tiket di bagian pendaftaran. Tidak jauh dari bagian pendaftaran, tersedia mushola dan toilet yang memadai. Parkir kendaraan yang tersedia juga cukup banyak. Sambil menunggu pertunjukan yang dimulai tepat pukul 17.00, para pengunjung bisa menikmati pemandangan yang indah di sekitar lingkungan observatorium. Selain itu, ada toko souvenir yang menyediakan barang-barang unik bertemakan Observatorium Bosscha.

Toko souvenir di Observatorium Bosscha
Toko souvenir
Sisi belakang Gedung Kupel di kompleks Observatorium Bosscha
Sisi belakang Gedung Kupel di kompleks Observatorium Bosscha

Tepat pukul 17.00 WIB, pengunjung dipersilakan untuk masuk ke gedung utama di kompleks Observatorium Bosscha, yakni gedung Kupel. Di dalam gedung Kupel ini seorang mahasiswa jurusan Astronomi ITB menjelaskan kepada pengunjung tentang observatorium dan teleskop ganda Zeiss 60 cm yang ada di gedung Kupel. Namun, lupakan keinginan anda untuk meneropong langsung dari teleskop raksasa di dalam gedung ini. Selain bersejarah, harga teleskop raksasa ini sepertinya sangat mahal.

Teleskop Ganda Zeiss 60 cm di dalam Gedung Kupel
Teleskop Ganda Zeiss 60 cm di dalam Gedung Kupel

Dari gedung Kupel, rombongan pengunjung diarahkan untuk masuk ke gedung multimedia yang letaknya tidak jauh dari gedung Kupel. Di sini, pengunjung akan diberi penjelasan mengenai teropong dan benda-benda luar angkasa. Di luar gedung multimedia, terdapat beberapa teleskop berukuran kecil. Jika langit cerah, pengunjung dapat meneropong langsung ke angkasa dengan bantuan para asisten. Sayang sekali saat itu langit berawan, sehingga tidak memungkinkan bagi pengunjung untuk meneropong benda-benda angkasa.

Itulah gambaran singkat mengenai Observatorium Bosscha. Meskipun tidak mendapat kesempatan menggunakan teropong, tapi suasananya tetap menyenangkan. Jika anda berdomisili di Jabodetabek dan tidak punya waktu untuk pergi ke Bandung, anda juga bisa menambah wawasan astronomi anda di Planetarium Jakarta.

Komentar Anda